Portal informasi independen · Sampali, Percut Sei Tuan
Data publik · sumber dicantumkan terbuka
Beranda / Ruang Belajar
Pendidikan & budaya

Ruang Belajar

Sekolah dan ruang budaya dibaca sebagai bagian dari jaringan keseharian Sampali—berdasarkan alamat dan sumber institusional yang dapat diperiksa.

Sampali memiliki lapisan pendidikan formal yang jelas dalam basis data pemerintah. Halaman ini hanya menampilkan satuan pendidikan dan fakta yang dapat diverifikasi, bukan daftar sekolah hasil tebakan.

Gerbang SMAN 1 Percut Sei Tuan di Sampali

SMAN 1 PERCUT SEI TUAN.

Data Kemendikdasmen mencatat SMAN 1 Percut Sei Tuan sebagai sekolah negeri beralamat di Jl. Irian Barat No. 37, Sampali. Data sekolah nasional juga menempatkannya dalam wilayah Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

UPT SPF SMP NEGERI 6 PERCUT SEI TUAN.

UPT SPF SMP Negeri 6 Percut Sei Tuan tercatat beralamat di Jl. Irian Barat No. 5 Desa Sampali. Halaman referensi pemerintah mencantumkan status negeri, NPSN 10261702, tanggal pendirian/operasional 14 Februari 2018, dan akreditasi A pada data yang tersedia.

PENDIDIKAN BUKAN HANYA GEDUNG SEKOLAH.

Hubungan antara sekolah, jalan, rumah tangga, kesehatan, dan ruang publik membuat pendidikan menjadi bagian dari ekosistem desa. Karena itu portal menghubungkan halaman ini ke Koridor Harian dan Akses Warga, bukan membuat halaman pendidikan berdiri sebagai daftar institusi tanpa konteks.

Alamat sebagai data spasial

Alamat sekolah membantu mengenali koridor aktivitas, tetapi bukan batas resmi dusun.

Data dapat berubah

Akreditasi, jumlah peserta didik, kepala sekolah, dan kontak perlu diperiksa langsung di portal Kemendikdasmen untuk kondisi terbaru.

RUANG BUDAYA: MAHA VIHARA MAITREYA.

Maha Vihara Maitreya di Sampali

Situs resmi Maha Vihara Maitreya mencantumkan alamat di Jl. Cemara Boulevard Utara No. 8, Kompleks Perumahan Cemara Asri, Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Indonesia Travel juga menempatkan kompleks tersebut di wilayah Deli Serdang dan menjelaskan fungsi utamanya sebagai tempat peribadatan sekaligus tujuan wisata religi.

Portal menempatkan vihara sebagai bagian dari ruang budaya dan pembelajaran lintas komunitas, bukan sebagai “objek wisata desa” milik pemerintah desa.